Di DKV SMK Purnama Bakti, siswa tidak hanya belajar desain di layar — mereka membentuk tanah liat, melukis kanvas, menulis berita, dan menutup tiga tahun perjalanan dengan satu buku karya milik sendiri.
DKV SMK Purnama Bakti membekali siswa dengan keterampilan visual yang lengkap: dari kriya tradisional seperti gerabah dan lukisan, hingga jurnalistik dan publikasi digital. Setiap karya siswa terdokumentasi dan berpuncak pada satu buku karya akhir di kelas XII.
"Kami mengajak siswa membangun karya sejak hari pertama, bukan menunggu tugas akhir. Tiga tahun di DKV adalah tiga tahun membangun jejak karya yang bisa dibawa ke mana pun mereka melangkah."
Setiap mata pelajaran dirancang agar siswa langsung berkarya, bukan hanya berteori.
Siswa membentuk tanah liat menjadi gerabah dan vas bunga fungsional, belajar teknik putar dan cetak dari dasar.
KriyaEksplorasi warna dan komposisi lewat lukisan kanvas, dari sketsa dasar hingga karya ekspresif siap pamer.
Seni RupaMenggabungkan kriya dan seni lukis: gerabah dan vas hasil karya sendiri dijadikan kanvas untuk melukis motif.
Kriya + Seni RupaMenghasilkan desain UI/UX profesional berupa wireframe, mockup, design system, dan prototype interaktif yang fungsional, estetis, berorientasi pada kebutuhan pengguna, serta siap diimplementasikan menjadi aplikasi digital..
PublikasiDokumentasi visual produk, acara, dan karya kriya — bekal penting untuk portofolio dan konten publikasi.
DigitalRangkuman seluruh karya siswa selama tiga tahun, disusun menjadi satu buku pribadi sebagai penutup masa belajar.
Proyek AkhirSetiap tingkat kelas membawa lapisan kompetensi baru — dari dasar kriya hingga proyek publikasi mandiri.
Siswa DKV dilatih menulis dan menerbitkan, melengkapi kemampuan visual dengan kemampuan bertutur.
Produksi rutin majalah dinding dan buletin cetak sebagai media latihan menulis dan tata letak.
Mengelola akun media sosial sekolah: perencanaan konten, penulisan naskah, hingga publikasi.
Siswa berperan sebagai reporter, editor, dan desainer layout dalam tim redaksi sekolah.
Setiap siswa menutup masa belajarnya di DKV dengan menyusun buku karya akhir — rangkuman seluruh karya kriya, lukisan, dan tulisan jurnalistik yang dibuat sejak kelas X.
Dokumentasi karya kriya dan rupa dasar mulai disusun sejak tahun pertama.
Karya jurnalistik dan publikasi ditambahkan ke dalam arsip portofolio siswa.
Seluruh karya dikurasi dan disusun menjadi satu buku karya akhir yang utuh.
Gambaran jujur: gaji awal, jalur berkembang menuju penghasilan lebih besar, dan jalur mandiri lewat freelance & wirausaha kriya.
Graphic designer, content creator, atau fotografer junior di agensi kreatif, media, atau perusahaan lokal. Ini titik awal yang wajar untuk fresh graduate SMK.
Setelah punya portofolio kuat dan spesialisasi, penghasilan naik signifikan — terutama di bidang yang paling dicari industri saat ini.
Tidak terikat gaji bulanan tetap — penghasilan mengikuti jumlah proyek, klien, dan kemampuan menjual karya. Justru di sinilah keterampilan kriya & seni rupa dari DKV Purnama Bakti punya nilai jual langsung.
Kerjaan jangan dicari, biarkan ilmu, dunia, dan seisinya datang sendiri.